Senin, 22 Juni 2020

Hisab Pasti Terjadi



Seluruh amalan hamba, apakah amalan yang baik atau amalan yang jelek, apakah amalan tersebut berkaitan dengan hak-hak Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam atau berkaitan dengan hak orang dan makhluk lainnya—bahkan amalan yang tidak terkait dengan pihak yang lainnya—semua itu akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah subhanahu wata’ala. Firman-Nya, “Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (at-Takatsur: 8)

Dari Abu Barzah Nadhlah bin Ubaid al-Aslami radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan; tentang ilmunya, apa yang dia amalkan; tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan untuk apa dia infakkan (belanjakan); serta tentang badannya, pada perkara apa dia gunakan.” (HR. at-Tirmidzi dan beliau katakan, “Hadits hasan sahih.” Lihat Silsilah ash-Shahihah, 2/666)

Sebagian orang yang beriman dihisab dengan hisab yang mudah.
Firman-Nya, “Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan hisab yang mudah.” (al-Insyiqaq: 7—8)

Oleh karena itu, Amirul Mukminin Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu menasihati kita agar hisab kita menjadi mudah di hadapan Allah subhanahu wata’ala. “Hitung-hitunglah (amalan-amalan) yang ada pada diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah amalan kalian sebelum kalian ditimbang, karena hal itu akan meringankan hisab kalian besok (pada hari kiamat), yaitu kalian menghitung-hitung (amalan) yang ada pada diri kalian pada hari ini dan menimbang-nimbangnya untuk mempersiapkan diri menghadapi hari waktu dipampangkannya seluruh amalan. (Firman Allah), ‘Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabb-mu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi-Nya).’ (al-Haqqah: 18).” (Diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak dalam az-Zuhd dan Abu Nuaim dalam al-Hilyah, serta Ibnu Abid Dunya dalam Muhasabatun Nafs).

Sumber :
🌎 www.salamdakwah.com
📺 http://bit.ly/salwatv
📲Twitter @salamdakwah
📸Instagram @salamdakwah

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Design by Abdul Munir-Al Faathir Visit Original Post Islamic2 Template